REVIEW FILM : SORE - ISTRI DARI MASA DEPAN


REVIEW FILM : SORE – ISTRI DARI MASA DEPAN

RILIS : INDONESIA – 10 JULI 2025

PEMAIN : SHEILA DARA AISHA (SORE), DION WIYOKO (JONATHAN), DLL

 

!!! SPOILER ALERT !!!

 

Halo teman-teman sukabaca! Setelah sekian purnama tidak menulis, akhirnya aku kembali dengan tulisan aku.. setelah hiatus jalan 4 tahun dari website ini, tahun ini aku mau buka dengan pengalaman dan pendapat pribadi aku mengenai film yang baru beberapa waktu lalu aku tonton, yap! Sore – Istri Dari Masa Depan.

 

Mungkin sebelumnya banyak teman-teman sukabaca ada yang pernah menonton versi web seriesnya. Untuk web seriesnya sendiri, rilis di tahun 2017 dan saat itu pemeran Sore adalah Tika Bravani. Jujur, karena itu web series dan di tahun tersebut aku sedang asik-asiknya nonton drama korea, jadi series ini tidak tersentuh sama sekali.. meskipun begitu, aku sempat lihat cuplikan-cuplikan seriesnya berseliweran di Instagram. Part yang aku ingat dari web seriesnya saat Jonathan sedang makan dan Sore ada didepannya, kalau ga salah disana Jonathan menawarkan Sore makanan, “Kamu mau?” hanya sebatas itu ingatanku.. maafkaan, karena ternyata tahun 2017 itu sudah 8 tahun berlalu.

 

Okay, kembali lagi ke pembahasan kita sebelumnya. Alasan pertama aku menonton film ini adalah karena pemainnya Dion Wiyoko, crush aku pas dia main di drama sekolah ala-ala bareng 7Icons. Di drama ini dia bukan Lead Male, tapi aku suka banget dia disini... Rilis tahun 2011 alias 14 tahun yang lalu. Hihi. Terus pas liat Teaser Video pas aku lagi nonton film apa ya, aku tertarik dan bertekad. OK! Aku mau nonton. Untuk alasan selanjutnya karen Sheila Dara.. berawal dari Teka Teki Tika sampai Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang.. aku suka banget aktingnya, dia keren bangeeet.

 

Film ini diawali dengan Jonathan (Dion Wiyoko) jadi fotografer yang kehidupannya bisa dibilang kurang sehat. Dia sering begadang, merokok sampai suka minum alkohol juga. Penampilan dia disini bener-bener kayak orang yang desprate banget. Bintang 4,5 buat tim makeup karena pria setampan itu bisa terlihat desprate parah. Sampai suatu malam dia tidur, kalau ga salah ingat, disini dia pulang dalam keadaan mabok bareng sama partner forografinya. Bangun-bangun udah ada Sore disamping kasur, tersenyum nanar, mata lelah. Awalnya aku juga pas nonton agak bingung, “Mengapa Sore memilih ekspresi seperti itu ketika bertemu suaminya ‘versi sebelum ia temui’? Apa ada yang salah, atau ada apa?” Untuk yang belum nonton, terus lihat cara menatap Sore dan Jonathan satu sama lain sepanjang film ya! Ini juga saran dari Yandy Laurens selaku Film Directornya.

 

Film pun berjalan, saranku harus fokus, setiap seperti hint satu sama lain. Tapi tenang, meskipun seharus itu untuk serius, film ini termasuk yang oke banget buat dinikmati, kok. Pengambilan video latar, cerita, sampai baju-baju yang dipakai sama Sore cantik-cantik banget. Berkelas. Dress Biru yang dipakai pertama kali ketemu sama Jonathan itu brand Indonesia, Sukkha, harganya Rp.3.990.000,00 yang di klaim menggunakan pewarna biru alami.  

 

Film ini terdiri dari tiga babak. Babak pertama adalah Sore. Babak yang menceritakan bagaimana perjuangan Sore terhadap perubahan suaminya untuk “merubah” masa depan keduanya. Dibabak ini juga kita disuguhkan fakta bahwa perubahan seseorang hanya akan terjadi jika ia mau berubah, kita hanya sebatas faktor luar dan sebesar apapun usaha kita dalam upaya perubahan, tetap persentase kecil dimata seseorang yang ingin diubah. Artinya, hampir kosong. Nyatanya memang berubah itu harus dari diri sendiri bukan karena orang lain. Dibabak ini juga Sore bertemu banyak orang yang cukup menyadarkannya yang memang menurutku disini Sore sangaaaaaat naaiiif. Namun naif ini bagiku suatu hal yang wajar dalam kehidupan kita terhadap apapun termasuk terhadap hubungan dengan manusia lain.

 

“Ada tiga hal yang tidak dapat diubah; Masa Lalu, Rasa Sakit dan Kematian.”

 

Dapat hint nya? Hahahah disini aku diem. Kepalaku mulai bermain sendiri, keasikan melanglang buana. Sambil masih menikmati film dan mulai berdebar karena ada pikiran yang terus mengganggu aku sepanjang film diputar.

 

Babak kedua adalah Jonathan. Babak ini menceritakan pendekatan Sore terhadap Jonathan, mulai dari penyebab kebiasaan buruk dari Jonathan, luka macam apa yang Jonathan hadapi dan Sore hanya ketahui lebih kecil, sampai kepada semua hal ini mempengaruhi Jo versi masa ‘kini’.

 

Babak ketiga adalah Waktu. Babak dimana Sang Waktu (dalam hal ini aku beranggapan Sang Pemberi Takdir) mulai marah karena Sore seakan-akan berupaya besar untuk mengubah takdir setelah melihat luka batin yang dialami oleh Jonathan. Sang Waktu juga seakan memberi clue  kepada Sore bahwa semua hal yang ia lakukan dalam dunia ‘Masa Lalu’ Jonathan ini memberi dampak besar bagi Sore dan juga Jonathan. Sang Waktu memperkecil waktu, waktu seakan seepat ki sudah memberikan ‘kesempatan’ Sore untuk bertemu Jonathan bukan untuk ‘mengubah’ apa yang terjadi dimasa depan, ada hal yang aku lihat lebih penting daripada itu.. yaitu Acceptance. Apa yang diterima dan dimaafkan? Tonton ya gaisss!

 

“Manusia tidak akan berubah karena rasa takut, namun karena rasa dicintai.”

 

Sekali lagi aku ingatkan, mata teman sukabaca wajib fokus ke mata Jo dan Sore. Telinga fokus mendengarkan percakapan. Selain itu, teman-teman sukabaca akan ditemani oleh musik-musik yang masuk telinga dengan sangat sopan dari Barasuara, dan aku lupa baca dimana katanya Erwin Gutawa juga turut andil dalam musiknya, jadi sangat wajar kalau ini jadi film yang keren buat aku. Aku berikan penilaian 4,7/5. Entah efek terlalu serius, atau emang film ini bagus banget, membekas sekali dipikiranku. Apalagi di part yang “3 hal yang tidak dapat diubah”.

 

Film ini tidak menyajikan case close, lebih ke open ending.. tapi terarah. Siapa yang arahin? Hint-hint disetiap percakapan.

 

Jadi, apakah Sore berhasil dengan misi awalnya? Atau perjalanan waktu ini justru menciptakan misi lain?

 

Kematian, tidak dapat diubahkan? Apa teman-teman sukabaca sepemikiran dengan aku?

 

Yang belum nonton, jangan lupa nonton ya!! Tersedia di banyak bioskop di Indonesia kok, saranku pilih partner  nonton yang anteng ya. Biar bisa menikmati senikmat-nikmatnya film ini.

 

Jangan sungkan buat komunikasi sama aku di Instagram :

@nnoo_yaa

 

Terima kasiih, ditunggu sharing-sharing  dari teman Sukabaca 😀😀

Komentar

  1. Lengkap sekali kak reviewnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo kak, terimakasih sudah berkunjung yaa.

      Ahaha, iya. Semoga kakak udah nonton filmnya ya, jadi ga terlalu ke spoiler setelah baca ini. :)

      Hapus

Posting Komentar